Keputusan Berani Chelsea Awal 2026 Tanpa Maresca

Bagikan

Chelsea kembali membuat keputusan besar dengan memecat Enzo Maresca tepat di Hari Tahun Baru 2026. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita bola menarik lainnya di FOOTBALL ASTRO.

Keputusan Berani Chelsea Awal 2026 Tanpa Maresca

Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat Maresca baru saja mempersembahkan gelar Liga Konferensi Eropa dan Piala Dunia Antarklub FIFA. Secara statistik, catatannya juga tidak buruk dengan lebih dari separuh pertandingan berakhir kemenangan.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Namun, di balik prestasi tersebut, hubungan Maresca dengan manajemen ternyata tidak berjalan mulus. Beberapa sikap dan keputusannya dianggap tidak sejalan dengan arah klub. Chelsea menilai perubahan pelatih dibutuhkan demi menjaga target besar musim ini tetap hidup.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Manajemen klub menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi peluang terbaik mengamankan posisi Liga Champions. Chelsea ingin memastikan stabilitas jangka panjang meski harus mengambil langkah tegas di tengah musim.

Isu Kontrak dan Komunikasi yang Retak

Salah satu alasan utama pemecatan Maresca adalah komunikasinya dengan klub lain. Ia dikabarkan melakukan pembicaraan dengan Manchester City dan Juventus tanpa memberi tahu pihak Chelsea, padahal hal tersebut diwajibkan dalam kontraknya. Situasi ini membuat kepercayaan manajemen goyah.

Meski Maresca sempat menyatakan akan menghentikan pembicaraan jika mendapat kontrak baru, proposal tersebut langsung ditolak. Chelsea menilai langkah tersebut sudah melampaui batas profesional. Selain itu, performa Chelsea di liga domestik juga menurun. Kehilangan banyak poin dari posisi unggul dianggap sebagai masalah serius yang tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

Baca Juga: Desember Suram Chelsea yang Kehilangan Arah di Premier League

Klopp dan Zidane Bukan Jawaban

Keputusan Berani Chelsea Awal 2026 Tanpa Maresca

Nama besar seperti Jurgen Klopp dan Zinedine Zidane langsung dikaitkan dengan kursi kosong di Stamford Bridge. Namun, Chelsea dipastikan tidak akan mengambil jalan tersebut. Manajemen tetap konsisten dengan filosofi mereka sejak era Todd Boehly.

Chelsea lebih memilih pelatih muda dengan potensi jangka panjang dibanding figur legendaris dengan reputasi besar. Menurut manajemen, kesuksesan instan bukan lagi prioritas utama seperti di masa lalu. Pendekatan ini memang memicu perdebatan di kalangan fans. Namun, Chelsea yakin model ini akan memberi hasil lebih stabil dalam beberapa tahun ke depan.

Filosofi Baru dan Kandidat Pengganti

Model baru Chelsea menekankan pembangunan jangka panjang, baik dalam perekrutan pemain maupun pelatih. Kriteria utama adalah usia relatif muda, ide segar, dan kemampuan berkembang bersama klub. Nama Liam Rosenior mencuat sebagai kandidat kuat.

Pelatih Strasbourg tersebut dinilai cocok karena memahami struktur kepemilikan BlueCo dan mampu bekerja dalam sistem yang terencana. Berbeda dengan era sebelumnya yang penuh pelatih elite dunia, Chelsea kini ingin membangun identitas baru.

Fokus pada proses, bukan sekadar trofi, menjadi fondasi utama proyek besar The Blues ke depan. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballastro.com.